PRT is Pekerja Rumah Tangga
Minggu kemarin teman kantor membicarakan PRT di rumahnya. Lulusan SMP katanya. Namun kualitas sarjana. Sarjana karena memiliki kemampuan olah pikir dan rasa. Tanpa disuruh mampu menyelesaikan masalah dan itu menyenangkan. Ambil contoh saat teman saya berkata, Buku pelajaran anak banyak yang belum disampul. Besok sore seluruh buku pelajaran anaknya sudah rapi. Masih banyak contoh lainnya. Dan itu menyenangkan teman saya dan istrinya, sang pemberi kerja.
Memberi tanpa diminta. Mungkin ada kasus lain yang mirip. Seperti saat kita bekerja sebagai karyawan. Ada masa kita hanya bekerja sesuai perintah. Atau saat kita menjual jasa kepada klien. Apakah kita hanya bekerja sesuai perjanjian atau memberi servis yang lebih? Siapapun yang kita layani pasti senang bila tanpa diminta, disuruh atau dikomplain melakukan sesuatu yang dibutuhkan. Seperti PRT teman saya.
Namun berapa banyak yang mau melakukan hal itu? Wong kalau di pasar saja selisih 50 perak bisa batal beli. Minta sebisa mungkin dapat sebanyak-banyaknya. Memberi kalau bisa sesedikit mungkin. Herannya kalau kerja hitungan, tapi kalau bonus minta gede.
Hidup lupa sama yang Empunya Hidup tapi minta hidup diberkati.
