Pengalaman di RS
Kondisi ayah mertua masih kritis. Setelah 2 hari di RS. Ada kondisi tertentu yang mengejutkan saya (nama RS tidak perlu disebutkan). Mulai dari standar operasional yang tidak sesuai logika saya sampai dengan nurani yang dibatasi oleh sistem buatan manusia.
Pengalaman tetangga, di tahun awal RS itu buka tetangga saya sudah mencicipi fasilitas dan pelayanan mereka. Naas bagi dia dengan kondisi diabetes, mendapat pelayanan teh manis dengan gula tebu. Cerita ini muncul saat saya mengunjungi beliau bersama istri.
Pengalaman saudara, 2 tahun berlalu dan sepupu istri masuk untuk perawatan diabetes juga. Saya pikir sudah berubah, ternyata sama saja. Di pagi hari ditawarkan sarapan menggunakan roti tawar, selai kacang, strawberry dll. Loh, ini perawatan untuk mengurangi diabetes atau meningkatkan kadar diabetes.
Pengalaman keluarga – ibu mertua, saat ibu mertua dirawat kami mendapat kejutan. Suatu pagi kami diminta tanda tangan untuk obat dengan harga > 1jt. Untung sepupu (yang dirawat karena diabetes) pernah memberi warning – hati-hati kalau disuruh tanda tangan untuk obat. Istri saya langsung cek ke dokter dan memang tidak perlu.
Pengalaman keluarga – ayah mertua, mulai dari tabung oksigen tidak lancar, selangnya copot, dokter jaga yang konfirmasi tidak mau lewat telepon, ambulans stand by tapi tidak boleh dipakai.
Istri saya harus selalu waspada saat obat datang (karena mungkin terjadi salah memberi obat), konfirmasi setiap saat dengan dokter, bekerja sama dengan suster jaga, belajar tentang penyakit yang sedang dialami, cerewet tanya ini dan itu kepada dokter, cross check tagihan dengan retur obat selama dirawat.
Apapun yang terjadi tetap saya berterima kasih kepada RS karena niat dan usaha baik mereka merawat mertua saya.
