Archive for January, 2009

Pengalaman di RS

Kondisi ayah mertua masih kritis. Setelah 2 hari di RS. Ada kondisi tertentu yang mengejutkan saya (nama RS tidak perlu  disebutkan). Mulai dari standar operasional yang tidak sesuai logika saya sampai dengan nurani yang dibatasi oleh sistem buatan manusia.

Pengalaman tetangga, di tahun awal RS itu buka tetangga saya sudah mencicipi fasilitas dan pelayanan mereka. Naas bagi dia dengan kondisi diabetes, mendapat pelayanan teh manis dengan gula tebu. Cerita ini muncul saat saya mengunjungi beliau bersama istri.

Pengalaman saudara, 2 tahun berlalu dan sepupu istri masuk untuk perawatan diabetes juga. Saya pikir sudah berubah, ternyata sama saja. Di pagi hari ditawarkan sarapan menggunakan roti tawar, selai kacang, strawberry dll. Loh, ini perawatan untuk mengurangi diabetes atau  meningkatkan kadar diabetes.

Pengalaman keluarga – ibu mertua, saat ibu mertua dirawat kami mendapat kejutan. Suatu pagi kami diminta tanda tangan untuk obat dengan harga > 1jt. Untung sepupu (yang dirawat karena diabetes) pernah memberi warning – hati-hati kalau disuruh tanda tangan untuk obat. Istri saya langsung cek ke dokter dan memang tidak perlu.

Pengalaman keluarga – ayah mertua, mulai dari tabung oksigen tidak lancar, selangnya copot, dokter jaga yang konfirmasi tidak mau lewat telepon, ambulans stand by tapi tidak boleh dipakai.

Istri saya harus selalu waspada saat obat datang (karena mungkin terjadi salah memberi obat), konfirmasi setiap saat dengan dokter, bekerja sama dengan suster jaga, belajar tentang penyakit yang sedang dialami, cerewet tanya ini dan itu kepada dokter, cross check tagihan dengan retur obat selama dirawat.

Apapun yang terjadi tetap saya berterima kasih kepada RS karena niat dan usaha baik mereka merawat mertua saya.

Selamat Tahun Baru

Happy New Year to you All

Musibah di Tahun Baru

Sebagian besar orang mengharapkan di awal tahun kondisi menjadi semakin baik. Sayangnya tidak semua orang mengalami hal ini. Berikut sebuah rentetan musibah pada keluarga besar yang saya kenal.

  1. Anak lelaki beruntun meninggal, sekaligus dalam waktu berdekatan – 3 anak lelakinya meninggal.
  2. Pernikahan ke-2 dari suami yang sangat dicintai.
  3. Anak masuk rumah sakit, saat berlibur di puncak anak ke-2 panas tinggi dan kejang-kejang.
  4. Seorang ibu depresi berat dan koma, memikirkan keputusan kakaknya (poin ke-2) untuk menikah kembali. Ibu ini masih berusia 31 tahun dan menderita diabetes.

Setiap saat masalah akan selalu datang – tidak peduli di tahun baru, saat ulang tahun ataupun hari lain yang bahkan dianggap suci. Tuhan tidak menutup mata - semata-mata musibah ini untuk memberitahu kita bahwa manusia kita tidak dapat hidup tanpa Tuhan.

Bagaimana bila itu terjadi pada keluarga kita?

Cinta akan Barang Duniawi > Cinta akan Tuhan

Hidup manusia kita seperti perjalanan di sebuah shopping centre. Kiri kanan dan sepanjang mata memandang terlihat etalase yang memamerkan produk. Mungkin ada satu atau dua produk yang menarik kita, bahkan sangat menarik. Setelah pulang – bayang-bayang baju yang bagus, gadget model terakhir yang mutakhir, atau barang-barang indah lainnya terus muncul. Lambat laun hati kita tertambat sedemikian rupa.

Beberapa orang bahkan menjadikan barang duniawi itu sebagai impian. Sesuatu yang manusia harus cintai dengan sangat adalah impian tersebut. Beberapa pakar atau motivator terkenal menekankan pentingnya hasrat akan sebuah impian. Seberapa penting? bila mungkin jadikan hasrat terhadap impian sebagai nafas dan roh dalam diri. Pernah mengalami atau membaca hal itu?

Nilai barang tersebut kian tahun kian menyusut. Entah karena nilai ekonomis, keawetan barang, unsur penuaan dan lain sebagainya. Namun hasrat yang manusia kita miliki toh tetap ada. Manusia kita namun belum tentu memiliki hasrat yang sedemikian menggebu untuk cinta akan Tuhan. Mengapa lebih mencintai barang duniawi – yang tidak kekal, daripada kepada Tuhan.

Tuhan memberikan segala sesuatu yang melebihi nilai duniawi. Entah itu kekayaan alam, udara yang kita hirup, kehidupan itu sendiri. Dan di antara barang milik Tuhan, hidup kekal sebagai suatu janji dengan nilai yang luar biasa. Apakah manusia kita pun memiliki hasrat akan impian hidup kekal di atas yang lainnya?