Cayadi Sutanto, February 5th, 2009:

Bakwan Arema Malang Serpong

Summary:

Manusia punya kenangan akan suatu cita rasa. Termasuk bakwan Malang langganan saya di Kediri. Ternyata komuni bersama Tuhan pun menimbulkan kenangan akan damai.

Ini cerita tentang Bakwan Malang. Saya orang Jawa Timur – Kediri tepatnya. Dulu waktu masih di Kediri,  tukang bakwan selalu keliling dengan gerobak. Tulisan di gerobaknya adalah Bakwan Malang. Setelah pindah ke Jakarta ada kangen untuk menikmati bakwan itu. Mungkin bukan pada basonya – tetapi pada gorengan yang gurih dengan campuran saos kecap, sambal dan sedikit garam. Kangen itu terobati setelah melahap 1 mangkuk bakwan.

Ingin mencicipi rasa yang dulu pernah saya nikmati. Demikian juga perasaan saat ini. Terkadang saya ingat awal kembali ke jalan Tuhan. Setiap hari saya mencoba untuk misa harian. Terkadang 1 minggu penuh saya lalui dengan misa sore. Terkadang 1 minggu saya tidak dapat misa sore. Kangen dengan rasa damai yang senantiasa hadir seusai misa.

Beberapa hari ini rasa duniawi muncul – tekanan akan pekerjaan, masalah dengan kesehatan mertua, kerinduan untuk bermain dengan anak-anak. Itu semua membuat rasa tidak menyenangkan. Lalu disela-sela permenungan, ada kangen akan damai yang diterima seusai misa. Kemana damai itu? atau mungkin karena belakangan ini jarang misa harian?

Yesus bilang, tubuhKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman. Kangen akan tubuh dan darah Yesus seperti kangen akan rasa bakwan Malang.

Leave a Reply


Subscribe by RSS to Entries or Comments.