Cayadi Sutanto, October 13th, 2008:

Jangan Ikut Lehman Brothers

Summary:

Biji pohon Australian Eucalyptus hanya sebesar 1.5cm. Namun dengan hukum alam mampu bertumbuh setinggi 150m. Manusia kita yang serakah tidak mau memulai usaha dari kecil. Maunya menggunakan kredit untuk memulai usahanya besar-besaran. Manusia kita tidak dapat melawan hukum alam.

Pak Yono adalah teman baru di kereta. Dia bekerja di perusahaan konsultan energi sambil mencari nafkah tambahan sebagai agen asuransi. Salah satu pembicaraan yang menarik adalah tentang bagaimana ia membeli rumahnya. Sebagai orang miskin, akunya. Ia tidak memiliki cukup uang untuk down payment BTN. Namun dengan gagah berani ia membeli sebuah rumah dengan cara sedikit “mengakali“. Idenya adalah menjadikan rumah tersebut jaminan Bank dan menggunakan kucuran kredit untuk membeli rumah.

Benar atau tidak tindakan beliau silahkan pembaca menilai sendiri. Sudut pandang yang ingin saya tampilkan adalah semua tanaman selalu berawal dari benih. Benih itu kecil, ringan, mudah hancur dan kalau dibuang ke tanah tidak terlihat. Menurut eyang Google pohon yang paling tinggi adalah Australian Eucalyptus yaitu berkisar pada 150m. Fakta yang mengejutkan benih dari pohon ini adalah sekitar 0.5mm s.d. 1.5cm. Artinya pembesarannya adalah 150.000 kali. Hukum alam yang luar biasa.

Banyak manusia kita yang di awal hidupnya ingin langsung menjadi besar. Bahasa grosirannya adalah instan. Seperti pak Yono yang tidak punya uang namun ingin segera memiliki rumah. Budaya instan ini membuat manusia tidak mau berusaha dari bawah. Tahun 2008 merupakan momok bagi Lehman Brothers (bukan pak Leman tukang foto kopi kantor saya). Kredit terus mengucur untuk membangun maha karya properti. Buntut-buntutnya macet – dan krisis ekonomi global terjadi.

Dunia kita memang gila. Bentukan abstrak manusia ini mampu menarik ego dan nafsu serakah kita. Menyanyikan lagu nina bobo dengan judul Kredit Bermasalah. Kalau bisa pakai dulu ngapain harus bayar? Pesan tersembunyi ini mampu mengubah paradigma usaha. Siapa yang perlu mulai dari kecil.

Berbeda dengan pola kebanyakan, saya punya teman yang menyarankan untuk membangun bisnis secara organis. Awalnya sulit untuk menerima ide dia. Namun sekarang saya mulai mengerti. Tuhan memberikan bibit pohon Eucalyptus dalam ukuran yang sangat kecil. Namun bisa membesarkannya setinggi 150m. Mengapa kita tidak mengikuti hukum alam ini. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

3 Responses to “Jangan Ikut Lehman Brothers”

  1. Andri Says:

    Kalau begitu kita tidak perlu khawatir dalam hidup ini ya.

  2. cayadi Says:

    @Andri: Begitulah mas Andri. Manusia mana yang bisa mempertahankan nyawanya sendiri.

  3. Joseph Says:

    Thank you for blogging, please write more!

Leave a Reply


Subscribe by RSS to Entries or Comments.