Cayadi Sutanto, September 18th, 2008:

Berdoa Itu Dimana Saja

Summary:

Dalam bekerja pun kita menjalin hubungan dengan Tuhan. Apapun yang kita lakukan asal untuk memuliakan Tuhan adalah bentuk berdoa, menjalin relasi dengan Sang Maha Kuasa

Saya melihat orang mendekatkan diri kepada Tuhan itu dimana saja. Pengalaman yang saya peroleh setelah sering menggunakan KRL. Ada yang sambil duduk, berdiri atau sambil jongkok di salah satu sudut kereta. Beberapa menggunakan tasbih, membaca ayat Al-Quran atau kitab suci, menggunakan handphone atau PDA, atau hanya sekedar komat-kamit.

Orang-orang ini adalah commuter sejati. Para pengguna angkutan umum kereta api yang setiap hari pasti naik. Kereta kemudian menjadi seperti rumah mereka. Tempat duduk atau berdiri menjadi ruang dimana pertemuan dengan Tuhan terjadi. Khusuk dan menenangkan jiwa. Bahkan mungkin menjadi kegiatan untuk mengisi waktu menunggu sampai di tujuan.

Daripada duduk suntuk lebih baik khusuk. Demikian pula hidup ini, orang pergi pagi pulang petang – langsung tidur. Kalau ditanya kapan berdoa mungkin jawabannya adalah, “Tidak sempat, capek di jalan”. Jakarta belakangan ini memang luar biasa macetnya.

Lalu apakah hanya sekedar di dalam kendaraan orang bisa berdoa? Bisakah sambil bekerja kita menyatukan diri dengan Tuhan. Bukankah berdoa itu menjalin hubungan atau bercakap-cakap dengan Sang Maha Kuasa. Kerja itu sendiri memang belum tentu terkait dengan Tuhan. Sebab setiap orang memiliki tujuan yang berbeda saat bekerja. Ada yang hanya berpikir tentang untung atau rugi, kerumitan pekerjaan, konsekuensi yang harus ditempuh, dan pikiran lainnya.

Lain hal bagi seorang Pastor, Pendeta atau Ustad mungkin. Pekerjaan mereka memang hanya untuk kepentingan Tuhan. Kita pun dapat bekerja dengan tujuan untuk Tuhan. Ambilah contoh saat seorang petani menanam padi. Mereka menanam padi untuk kemudian menjadi gabah. Gabah ini lalu diolah menjadi beras. Dan pada akhirnya kita makan. Petani itu dapat saja berpikir, “Pokoknya tanam, panen dan untung”. Atau mungkin dia berpikir, “Hasil kerjaku ini untuk menyediakan beras bagi orang-orang yang membutuhkan”.

Pola pikir yang kedua memiliki arti lebih. Yaitu memikirkan orang lain. Bukankah itu suatu amanah dari Tuhan? Agar kita satu sama lain saling menolong. Dan bila tujuan kerja kita adalah merupakan amanah Tuhan, artinya kita mengikutiNya. Kita menjalin hubungan dengan Tuhan dalam setiap tindakan di tempat kerja. Itulah berdoa.

Leave a Reply


Subscribe by RSS to Entries or Comments.