Cayadi Sutanto, January 2nd, 2009:

Cinta akan Barang Duniawi > Cinta akan Tuhan

Summary:

Manusia kita bisa memiliki hasrat akan barang duniawi. Meskipun nilai barang tersebut tidaklah kekal. Mengapa kita tidak memiliki hasrat yang sama kepada Tuhan.

Hidup manusia kita seperti perjalanan di sebuah shopping centre. Kiri kanan dan sepanjang mata memandang terlihat etalase yang memamerkan produk. Mungkin ada satu atau dua produk yang menarik kita, bahkan sangat menarik. Setelah pulang – bayang-bayang baju yang bagus, gadget model terakhir yang mutakhir, atau barang-barang indah lainnya terus muncul. Lambat laun hati kita tertambat sedemikian rupa.

Beberapa orang bahkan menjadikan barang duniawi itu sebagai impian. Sesuatu yang manusia harus cintai dengan sangat adalah impian tersebut. Beberapa pakar atau motivator terkenal menekankan pentingnya hasrat akan sebuah impian. Seberapa penting? bila mungkin jadikan hasrat terhadap impian sebagai nafas dan roh dalam diri. Pernah mengalami atau membaca hal itu?

Nilai barang tersebut kian tahun kian menyusut. Entah karena nilai ekonomis, keawetan barang, unsur penuaan dan lain sebagainya. Namun hasrat yang manusia kita miliki toh tetap ada. Manusia kita namun belum tentu memiliki hasrat yang sedemikian menggebu untuk cinta akan Tuhan. Mengapa lebih mencintai barang duniawi – yang tidak kekal, daripada kepada Tuhan.

Tuhan memberikan segala sesuatu yang melebihi nilai duniawi. Entah itu kekayaan alam, udara yang kita hirup, kehidupan itu sendiri. Dan di antara barang milik Tuhan, hidup kekal sebagai suatu janji dengan nilai yang luar biasa. Apakah manusia kita pun memiliki hasrat akan impian hidup kekal di atas yang lainnya?

Leave a Reply


Subscribe by RSS to Entries or Comments.