Cayadi Sutanto, May 20th, 2010:
Diet dan Ayam Gule
Summary:Saudara Iskandar berjuang melawan nafsu makan.
Saudara saya Iskandar baru ikut fitnes. Dia bilang badannya semakin segar. Makan dan bangun tidur menjadi penuh semangat. Dalam hal makan ada perubahan motivasi. Dulu dia makan karena jam makan. Sekarang dia makan karena lapar usai berolah raga.
Sebagai junior di kelas fitnesnya. Semangat saudara Iskandar cukup tinggi. Demi memperoleh bentuk badan ideal dia rela mengeluarkan keringat. Itu pengorbanan yang besar. Karena saudara Iskandar adalah profesional belakang meja dan komputer. Berolah raga berarti meninggalkan zona aman dan nyaman.
Satu hal lagi yang saudara Iskandar lakukan. Diet ketat. Sebab tidak ada gunanya fitnes bila makanan amburadul. Makannya lalu tidak senafsu sebelumnya. Karena sebuah tujuan dia mampu mengalahkan nafsu. Namun suatu malam sepulang fitnes dia melihat ayam gule yang sengaja disisakan kakaknya. Malam itu ayam gule menjadi hidangan penutup.
Saya bertanya kepada saudara Iskandar, “lho kok nafsunya kalah dengan ayam gule?”. Jawabnya, “Waktu itu sudah larut malam, mubazir kalau tidak dimakan”. Diet dan ayam gule menjadi cerita semangat dan mubazir.