Cayadi Sutanto, September 22nd, 2008:

Hipnotis Sebuah Iklan

Summary:

Semakin maju sebuah kebudayaan semakin manusia dibombardir kemudahan dan gaya hidup. Iklan merupakan pasukan perang para produsen. Manusia kita yang tidak siap akan menjadi target serangan iklan.

Seperti biasanya saya menonton siaran TV setelah mandi dan makan malam. Merubah saluran TV maju dan mundur ternyata menghasilkan acara yang sama, siaran iklan. Seluruh barang konsumer bersimpang siur di layar televisi. Taktik marketingnya adalah hipnotis pemirsa dengan bombardir iklan per 5 menit.

Jaman ini telah muncul spesies baru, manusia kita. Yaitu manusia dengan tingkat kehausan konsumtif akan segala macam barang/gaya hidup. Kebutuhan hidup manusia kita sekarang adalah makan malam di restoran, rumah dengan sistem cluster, susu formula dengan DHA, telepon genggam dengan kemampuan multimedia, sekolah internasional multi bahasa, dan masih banyak lagi.

Kebutuhan itu seakan-akan menjadi hal yang wajar. Sebab siapa yang mau makan seadanya, tinggal di gubuk reot, tidak menginginkan anaknya sehat dari susu formula, punya pendidikan di sekolah yang bagus. Lalu apa yang terjadi? Manusia kita akan berkata, “Saya mau memberikan yang terbaik” – meskipun belum mampu.

Para pembuat / pemasang iklan tahu kelemahan manusia. Saya katakan kelemahan karena masih ada yang mampu membedakan kebutuhan nyata. Mereka yang sadar tidak memberikan jiwanya sebagai makanan iklan. Sebab perlu diingat, manusia punya kelebihan dibanding binatang yaitu akal budi dan jiwa. Dua mesin anugerah Tuhan untuk mampu mengontrol tindakan dan menimbang konsekuensinya.

Gunakan akal budi dan jiwa sebagai alat pengukur radiasi iklan media masa.

One Response to “Hipnotis Sebuah Iklan”

  1. hipnotis Says:

    iklan secara tidak sadar telah mencuci otak kita

Leave a Reply


Subscribe by RSS to Entries or Comments.