Cayadi Sutanto, October 3rd, 2008:
Pulang Mudik
Summary:Mudik berarti pulang ke kampung halaman. Kembali dari mudik artinya pulang ke rumah kita sesungguhnya. Rumah kita adalah tempat di mana kedamaian hadir.
Lebaran identik dengan mudik. Demikian pula keluarga kami. Seminggu lalu perjalanan pulang ke Lampung berjalan lancar. Berangkat di saat orang belum mulai berangkat dan pulang sebelum arus balik tiba. Ada perasaan lega setelah kembali dari mudik.
Perasaan kembali ke rumah sesungguhnya sangat melegakan. Sebagai keterangan, rumah kami saat ini sebenarnya hanyalah kontrakan dari ibu Haji di Meruya. Namun rumah itu telah bersama kami selama 5 tahun terakhir. Demikian indah masa tinggal di sini. Terutama karena memiliki lingkungan gereja yang sangat rukun. Ada damai di dalam lingkungan ini.
Kata pulang itu kemudian lebih berarti di mana kita tinggal dan merasakan kedamaian. Rumah kemudian adalah lokasi di mana kita telah menghabiskan waktu lebih lama dibanding tempat lain. Pulang dan rumah seperti hidup kita saat ini. Tinggal di dunia bersama keluarga dan tetangga adalah rumah yang kita saat ini.
Damai yang memberi arti pada rumah di dunia fana adalah penentu. Damai yang datang bila kita bersatu dengan Tuhan. Saya tidak dapat memaksa orang untuk mengikuti damai versi saya. Meskipun ada keinginan besar untuk berbagi damai ini. Rumah kita sesungguhnya mungkin adalah saat kita kembali kepada Bapa.
Terberkatilah Anda yang memiliki rumah sendiri, keluarga yang harmonis, karya pekerjaan yang lancar dan kecintaan berbagi dengan sesama. Terpujilah Tuhan yang memberikan itu semua kepada Anda dan keluarga.
Selamat Lebaran.