<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cayadi Sutanto &#187; murah hati</title>
	<atom:link href="http://blog.sutanto.or.id/tag/murah-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sutanto.or.id</link>
	<description>Ziarah batin</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Dec 2010 02:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Manusia Yang Bermurah Hati</title>
		<link>http://blog.sutanto.or.id/renungan/manusia-yang-bermurah-hati/</link>
		<comments>http://blog.sutanto.or.id/renungan/manusia-yang-bermurah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[murah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sutanto.or.id/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Manusia harus bermurah hati terutama kepada keluarga, karena Tuhan juga telah bermurah hati. Udara, tubuh, kemampuan untuk makan/minum dan kebolehan untuk menikmati rasa gembira.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda dapat bernafas setiap hari, makan dan minum enak, punya keluarga/anak yang ganteng dan manis &#8211; tetap saja bilang kurang. Kadang memilih berkata, &#8220;Dasar tidak tahu diuntung&#8221; kepada orang yang sudah kita tolong namun tidak tahu berterima kasih.</p>
<p>Renungkan tiga pertanyaan ini:</p>
<ol>
<li>Apa <strong>arti kata </strong>kemurahan hati?</li>
<li>Apa kemurahan hati <strong>Tuhan kepada saya </strong>seumur hidup ini?</li>
<li>Apa kemurahan hati <strong>saya kepada keluarga</strong> seumur hidup ini?</li>
</ol>
<h2>Kemurahan Hati</h2>
<p>Kemurahan Hati adalah kemauan/keinginan memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa diduga atau diminta. Benarkah setiap tindakan murah hati timbul karena keinginan sendiri? Siapakah orang lain itu? Pemberian seperti apa yang tanpa diminta/diduga?</p>
<p>Beberapa orang memilih untuk berkata, &#8220;Nanti dia jadi malas&#8221; saat bertemu pengemis. Pembenaran utama adalah saat melihat fisik dan usia pengemis yang relatif muda. Namun memberi kepada mereka dengan kemurahan hati adalah <strong>tidak menilai</strong> atau mempertimbangkan fisik dan usia. Tidak ada hitungan untung atau rugi saat memberi. Bahkan tanpa mengharapkan balasan.</p>
<h2>Kemurahan Hati dari Tuhan</h2>
<p>Bandingkan dengan udara yang kita hirup, alam yang ktia tempati, keluarga dan anak yang kita miliki. Semua adalah pemberian Tuhan. Jangan mengelak dengan berbicara bahwa seluruhnya merupakan hasil kerja manusia. Tidak masuk akal, buktinya setiap orang sakit yang membutuhkan oksigen harus membayar cukup mahal. Sedangkan saat sehat? Free of charge. Anda tidak harus membayar sepeserpun. Bukankah ini cukup membuktikan betapa Allah sangat murah hati?</p>
<h2>Kemurahan Hatiku</h2>
<p>Bila Allah sedemikian murah hati kepada manusia, bagaimana kita kepada keluarga atau orang lain? Bukankah pengemis juga saudara kita. Bahkan kadang seorang anak dalam keluarga tidak mendapatkan kemurahan hati seorang ayah/ibu. Ayah pergi pagi pulang petang dan memberikan hatinya untuk perusahaan di mana dia bekerja. Tanpa maksud mengabaikan fakta hidup bahwa seorang ayah harus bekerja.</p>
<p>Namun sempatkan waktu untuk berbagi bersama keluarga. Bermurah hatilah dalam hal waktu ini. Sejauh mana Anda bermurah hati?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sutanto.or.id/renungan/manusia-yang-bermurah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

