<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cayadi Sutanto &#187; pelayanan</title>
	<atom:link href="http://blog.sutanto.or.id/tag/pelayanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sutanto.or.id</link>
	<description>Lagi getol naik sepeda</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 06:24:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengalaman di RS</title>
		<link>http://blog.sutanto.or.id/catatan/pengalaman-di-rs/</link>
		<comments>http://blog.sutanto.or.id/catatan/pengalaman-di-rs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 02:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sutanto.or.id/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Sakit adalah tempat kemanusiaan bagi pasien. Keluarga dengan keterbatasan pengetahuan medis harus mengandalkan kesehatan anggota keluarga mereka kepada dokter, suster dan staff medis. Namun ada baiknya keluarga menjadi kontrol atas kinerja RS.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi ayah mertua masih kritis. Setelah 2 hari di RS. Ada kondisi tertentu yang mengejutkan saya (nama RS tidak perlu  disebutkan). Mulai dari standar operasional yang tidak sesuai logika saya sampai dengan nurani yang dibatasi oleh sistem buatan manusia.</p>
<p><strong>Pengalaman tetangga</strong>, di tahun awal RS itu buka tetangga saya sudah mencicipi fasilitas dan pelayanan mereka. Naas bagi dia dengan kondisi diabetes, mendapat pelayanan teh manis dengan gula tebu. Cerita ini muncul saat saya mengunjungi beliau bersama istri.</p>
<p><strong>Pengalaman saudara</strong>, 2 tahun berlalu dan sepupu istri masuk untuk perawatan diabetes juga. Saya pikir sudah berubah, ternyata sama saja. Di pagi hari ditawarkan sarapan menggunakan roti tawar, selai kacang, strawberry dll. Loh, ini perawatan untuk mengurangi diabetes atau  meningkatkan kadar diabetes.</p>
<p><strong>Pengalaman keluarga &#8211; ibu mertua</strong>, saat ibu mertua dirawat kami mendapat kejutan. Suatu pagi kami diminta tanda tangan untuk obat dengan harga &gt; 1jt. Untung sepupu (yang dirawat karena diabetes) pernah memberi warning &#8211; hati-hati kalau disuruh tanda tangan untuk obat. Istri saya langsung cek ke dokter dan memang tidak perlu.</p>
<p><strong>Pengalaman keluarga &#8211; ayah mertua</strong>, mulai dari tabung oksigen tidak lancar, selangnya copot, dokter jaga yang konfirmasi tidak mau lewat telepon, ambulans stand by tapi tidak boleh dipakai.</p>
<p>Istri saya harus selalu waspada saat obat datang (karena mungkin terjadi <em>salah </em>memberi obat), konfirmasi setiap saat dengan dokter, bekerja sama dengan suster jaga, belajar tentang penyakit yang sedang dialami, cerewet tanya ini dan itu kepada dokter, cross check tagihan dengan retur obat selama dirawat.</p>
<p>Apapun yang terjadi tetap saya berterima kasih kepada RS karena <em>niat dan usaha baik</em> mereka merawat mertua saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sutanto.or.id/catatan/pengalaman-di-rs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyapu KRL Unofficial</title>
		<link>http://blog.sutanto.or.id/renungan/penyapu-krl-unofficial/</link>
		<comments>http://blog.sutanto.or.id/renungan/penyapu-krl-unofficial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 13:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sutanto.or.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia memiliki tugas yang tidak resmi dari Tuhan. Apapun itu namun memberikan hasil hidup damai dan sejahtera.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang hari itu saya pulang lebih awal dari kantor karena sakit. Pilihan kereta api listrik ke Serpong hanyalah KRL Ekonomi. Kereta ini termasuk murah karena tiketnya hanya 1.500 rupiah. Full AC dari seluruh jendela dan pintu yang terbuka lebar. Sengaja saya pilih satu sudut yang terlindung dari angin.</p>
<p>Di depan saya duduk ternyata ada seorang ibu penjual nasi. Lauknya gorengan, sayur orek dan jengkol serta ikan masak pedas. Beberapa penjual asongan datang untuk makan siang. Rata-rata mereka membayar 5.000 rupiah, termasuk segelas aqua. Sampai satu saat seorang anak berumur 12 tahunan membeli makananan. Dia bilang, &#8220;Bu makan ya, 2.000 saja&#8221;. Dapat apa dia dengan 2.000? Ternyata masih dapat sayur jengkol dan kuah. Anak ini adalah <strong>pekerja unofficial</strong> dari PJKA. Fotonya ada di <a title="Lihat foto anak di kereta" href="http://csutanto.blogspot.com/2008/10/makan-siang-2rb.html" target="_blank">Photo Blog</a> saya.</p>
<p>Saya katakan unofficial karena dia menjaga kebersihan kereta PJKA namun tidak menggunakan seragam. Hidup kita pun memiliki tugas unofficial dari Tuhan. Mengapa unofficial?</p>
<ul>
<li>Karena <strong>tidak tampak seperti seharusnya</strong>, Bunda Maria adalah bunda Tuhan. Yang melahirkan dan menjaga Yesus dari kecil hingga masa Dia berkarya. Namun Bunda Tuhan tidak memiliki kemewahan seorang bunda raja.</li>
<li>Karena hanya punya <strong>kontrak sederhana</strong>, bahwa manusia hidup hanya memiliki satu tujuan, mengabdi Tuhan. Hanya memiliki satu aturan &#8211; yaitu Hukum Kasih.</li>
<li>Karena <strong>sewaktu-waktu kembali ke Tuhan</strong>, apa yang manusia miliki? hanya kebebasan. Uang, nyawa, kesehatan, pangkat, pekerjaan, dan kepemilikan lainnya tidak dapat Anda pertahankan. Kalau itu semua miliki Anda pasti dapat dipertahankan. Sebagai contoh adalah nyawa, tidak ada manusia yang dapat mempertahankan nyawanya sendiri.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sutanto.or.id/renungan/penyapu-krl-unofficial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
